RSS

Tombol Delete On, Mengeluh Off

Kawan..gimana kabar kalian?sehat 'kan?bahagia 'kan? Kalau kalian sekarang ini lagi sedih atau jenuh, coba deh tarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan secara perlahan dan tersenyumlah. Tersenyumlah untuk apa yang kalian punya saat ini, tersenyumlah untuk apa yang telah kalian capai sekarang. Dan jangan lupa bersyukur, Kawan. Alright, kali ini saya akan menulis tentang 'mengeluh'.
 Kawan, tulisan saya kali ini terinspirasi dari guru saya. Bu Umi Habibah. Beliau ini adalah seorang guru ekonomi di sekolahku. Beliau ini sosok sabar dan lemah lembut serta sumeh. Bukan hanya sekedar mengajar materi-materi ekonomi, beliau acap kali menyisipkan motivasi serta petuah pada setiap kesempatan. Nah, salah satu dari petuahnya adalah jangan banyak mengeluh. Inilah yang beliau petuahkan pada kelasku hari ini, 20 Januari 2013. Semoga bermanfaat, Kawan.

Mengeluh, memang pekerjaan yang sangat mudah. Entah saat lapar, sakit, atau keadaan apapun yang kurang menyenangkan hati.  Apakah kalian tidak sadar bahwa mengeluh juga mengeluarkan energi? Ya kalau energi itu positif, nggak ada masalah. Kalau negatif???
Itu yang merugikan. Bukan hanya diri sendiri tapi juga berimbas ke orang lain di sekitar kita. Mengeluh juga dapat menebar benih parasit terhadap kebahagiaan orang lain. Misal, A sedang bahagia karena mendapat nilai baik tapi tiba-tiba si B datang mengeluh, "Hah, nilaiku jelek. Huuuh, sebel deh!". Nah, secara otomatis si A akan terpengaruh dengan ucapan si B.

Saat mengeluh, diri kita sedang dekat dengan sumber ketidakbahagiaan. Iya 'kan? Masa' ada sih orang yang ngeluh sambil senyum sumringah bahkan ketawa terbahak-bahak?? Pasti kalau kita sedang mengeluh yang ada muka terlihat susah, alis mengerut dan terlihat asam alias kecut. Mengeluh hanya bisa membuat kita semakin jauh dari solusi dan yang paling parah, kita semakin jauh dari kesuksesan. Jika kita mengalami kegagalan, cobalah untuk tidak mengeluh. Coba hitung, berapa waktu yang kita butuhkan untuk mengeluh? Bukan hanya satu atau dua menit saja efek keluhan itu nangkring di kepala kita, but more than it. Nah, buang-buang waktu bukan??? Udah bikin kita loyo, menghabiskan waktu pula. Sungguh kegiatan yang nggak bermanfaat deh, Kawan. Kebanyakan ngeluh, makin dekat tuh sama yang namanya frustasi dan stres. Meskipun kita tak sepenuhnya mampu menghilangkan keluhan dari diri kita, kita sangat dianjurkan untuk mengeluh pada orang yang tepat. Tujuannya agar kita mendapat jalan keluar dari apa yang kita resahkan. 

Meskipun mengeluh pada orang yang tepat mampu membantu memberikan solusi, namun tahukah kalian kepada siapa tempat mengeluh paling sempurna dan paling bisa melegakan hati?? Allah jawabannya. Hanya kepada-Nya lah kita dapat menumpahkan segala keluhan dan keresahan kita. Berdasarkan sebuah seminar yang pernah saya ikuti, ada satu kalimat yang paling nempel di ingatan saya. "LIBATKAN ALLAH DALAM SEGALA URUSAN KITA". Nah, ini nih yang bisa buat referensi bagi anak muda seperti kita. Ya 'kan?? Ini buktinya...
KITA BERTANYA: MENGAPA AKU MERASA FRUSTRASI?
QUR'AN MENJAWAB:
"Janganlah  kamu bersikap lemah. dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman." [Surah Al-Imran ayat 139].
 Maka dari itu, Kawan..mulai sekarang, marilah kita bersama-sama mengaktifkan tombol 'delete' diri kita masing-masing agar kegiatan 'mengeluh' jadi off, sebelum keluhan kita mendatangkan hal-hal yang tidak kita inginkan. Dan sambutlah diri kita sebagai dunia bebas keluhan, menyukuri semua dan menerima segalanya dengan ikhlas. Insya Allah hidup akan lebih mudah dan ringan untuk dijalani.

0 komentar:

Posting Komentar