Kawan, kali ini saya akan berbagi info seputar obyek wisata andalan Jawa Timur dan pastinya udah nggak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Siapa sih yang nggak tau gunung Bromo??? Kudet banget deh kalau sampai nggak tau hal ini. Nah, buat kamu-kamu yang belom berkesempatan berkunjung ke sana, tenang aja. Info selengkapnya, baca tulisan saya ini. Pasti kamu nggak akan kecewa.
Gunung Bromo berasal dari kata Brahma (salah seorang Dewa agama Hindu). Gunung ini merupakan salah satu gunung aktif di Jawa Timur yang memiliki keindahan alam yang tersohor seantero negeri. Saking terkenalnya, beberapa orang mengatakan " Anda belum bisa dikatakan ke Jawa Timur jika belum menapakkan kaki di Bromo". Itu ditujukan kepada orang yang berdomisili di luar Jatim. Nah, kalau kamu yang tinggal di Jatim??
Kawan, jangan gundah maupun gusar kalau kamu belum ke sana. Sebaiknya kamu mengetahui deskripsi Bromo dulu, agar suatu saat jika pergi ke sana, kamu punya persiapan matang.
Dengan ketinggian 2.392 mdpl, gunung yang terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini memiliki keunikan tersendiri. Yang paling tenar adalah lautan pasirnya yang memiliki luas hingga 5.250 hektar. Kawasan Bromo ini masuk dalam empat wilayah berbeda yakni Malang, Lumajang, Probolinggo dan Pasuruan. Selain lautan pasir yang luar biasa, yang tak kalah menakjubkan adalah puncak dari Bromo sendiri. Puncak dengan kaldera atau kawah ini dipermanis dengan kepulan asap belerang yang mengawan. Sungguh, inilah keajaiban Tuhan!!!Untuk bisa mencapai puncaknya, wisatawan harus menaiki tangga yang kurang lebih berjumlah 300 buah. Namun, jika tak mau antre, pengunjung juga dapat mendaki tanpa melalui tangga tersebut. Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter
(utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah
bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Sejauh mata memandang, jajaran gunung di sekitar gunung Bromo juga menarik para wisatawan, baik dalam negeri maupun manca negara.
Selain hal-hal di atas, sunrise merupakan satu fenomena yang peling ditunggu-tunggu para wisatawan. Menikmati sunrise di Bromo merupakan suatu hal yang sangat jarang ditemui di tempat lain. Wisatawan bisa menyaksikan secara langsung fenomena ini dari puncak gunung Penanjakan (tempat foto di atas di ambil) dengan tinggi 2.770 mdpl. Dan saya yakin kamu pasti akan terkesan dengan keelokan alam yang tak ada tandingannya.
Selain keindahan alam yang tak terkata, di tempat ini juga dikenal dengan upacara masyarakat setempat, yakni suku Tengger. Mereka mengadakan upacara Kasodo (Yadnya Kasada) setahun sekali dengan mempersembahkan sayuran, ayam, dan uang yang dibuang ke dalam kawah gunung berapi untuk dipersembahkan kepada dewa. Upacara ini biasanya dilaksanakan pada bulan September-November.
Kawan, bagi kamu yang datangnya rombongan, jangan khawatir nggak bisa sampai puncak Bromo. Di sana sudah tersedia jeep atau hardtop yang disewakan. Jumlahnya sangat banyak hingga berapapun jumlah wisatawan, akan tetap termuat. Jika tidak menggunakan jeep, mobil bisa-bisa amblas di medan pasir. Jeep
memang bisa melewati medan berpasir dan tikungan selama perjalanan ke
Bromo. Tarifnya sekitar Rp 350.000 – Rp 450.000 untuk mobil berkapasitas 5–6
orang. Tarif ini bukan harga mati alias bisa ditawar. Jika punya tujuan
lain, kita bisa bernegosiasi langsung dengan sopir. Untuk diantar ke
savanna atau bukit teletubbies, kita harus menambah ongkos sekitar Rp
100.000 hingga Rp 150.000. Namun, jika kita rombongan menggunakan bus, kita terpaksa menyewanya dari kaki gunung yang jaraknya dengan inti obyek wisata dapat ditempuh kurang lebih selama satu jam dengan harga Rp 600.000 - 650.000
Suhu udara di Bromo berkisar antara 3-20 derajat celcius dan mencapai di bawah nol jika musim kemarau. Kalau kamu tidak tahan dengan hawa dingin, sangat disarankan untuk membawa sarung tangan, jaket tebal, topi atau penutup kepala lainnya. Namun jika kamu lupa membawanya, di sana banyak pedagang asongan yang menjajakan sarung tangan, penutup kepala dan masker.
Dari Penanjakan ke Lautan Pasir, rute sangat curam, sehingga kendaraan
roda empat biasa tidak disarankan. Berkuda, jalan kaki, atau menyewa
kendaraan 4X4 dari pemandu wisata dapat menjadi alternatif. Selain itu, banyak dari pengunjung yang mengendarai sepeda motor. Namun, yang demikian ini haruslah ekstra hati-hati.
Untuk kamu yang nggak mau kehilangan momen spesial, jangan lupa bawa kamera atau handycam untuk mengabadikan keindahan alam atau apapun yang kamu inginkan.
Nah, Kawan..tak perlu lagi memikir untuk kedua kalinya. Langsung aja berwisata ke Gunung Bromo. Nggak bakal nyesel deh. Kamu pasti takjub dengan mahakarya Sang Pencipta atas keindahan alamnya. Semoga bermanfaat..
Bukti : saya, ibuk dan adek udah menapakkan kaki di Bromo. 29 Desember 2013



2 komentar:
garai pengen ae -_-
hehehe..sorry,ndisik i kerso
Posting Komentar